BAYI TABUNG MENURUT SAYA SEBAGAI WANITA

Apa sebenarnya bayi tabung?

Bayi tabung (test tube baby/in vitro fertilization) adalah bayi yang dihasilkan melalui proses pembuahan sel telur oleh sperma di dalam tabung laboratorium (atau cawan petri). Sel telur yang matang diambil dari indung telur (ovarium) ibu sesaat sebelum ovulasi melalui alat khusus yang dimasukkan lewat vagina. Dengan kemajuan teknologi, proses pengambilan ini tidak memerlukan operasi dan dapat dipantau secara cermat lewat gambar ultrasonografi. Sel telur yang sudah diambil lalu ditaruh dalam tabung untuk “dikawinkan” dengan sperma.
Hasil persilangan kemudian akan disimpan dalam satu tempat persemaian yang bersuasana mirip tuba falopii, lingkungan alamiah untuk calon embrio. Dalam 2-3 hari, sel-sel calon embrio akan berkembang melalui proses penggandaan, lalu dipindahkan kembali ke rahim ibu agar tumbuh secara normal menjadi bayi. Proses selanjutnya seperti kehamilan biasa.
Untuk meningkatkan peluang kesuksesan proses bayi tabung, sebelum pengambilan sel telur si calon ibu akan dirangsang kesuburannya melalui injeksi hormon dan stimulasi lainnya. Tujuannya agar sel telur yang dihasilkan adalah yang berkualitas terbaik dan lebih dari satu. (Dalam keadaan normal, wanita hanya menghasilkan satu sel telur untuk periode ovulasi).Pada saat yang sama, pria calon ayah juga menjalani program untuk meningkatkan kualitas spermanya. Sperma segar yang diambil dari calon ayah masih akan diseleksi untuk diambil yang terbaik.

Siklus proses bayi tabung bisa dilakukan berkali-kali sampai berhasil. Sel telur ekstra dan sperma berkualitas yang telah diambil dapat dibekukan untuk cadangan bila percobaan pertama gagal. Tingkat keberhasilan bayi tabung bisa lebih dari 50% dalam beberapa siklus percobaan. Faktor utama yang menentukan keberhasilan adalah usia calon ibu dan ayah. Peluang keberhasilan mengecil bila usia keduanya sudah di atas 40 tahun.

Kapan diperlukan bayi tabung?

Bayi tabung cocok bagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak karena:
• Gangguan ovulasi
• Kerusakan saluran tuba falopii
• Kualitas sperma yang kurang baik
• Endometriosis
• Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui (sekitar 15-20% pasangan tidak dapat memiliki anak tanpa diketahui sebabnya).

Aspek Agama
Dari sudut pandang agama, bayi tabung diperbolehkan bila sperma yang dipakai adalah dari suami yang sah dan calon embrio dikembalikan ke rahim ibu tempat sel telur berasal. Penanaman calon embrio ke rahim wanita lain (surrogate mother), tidak dibenarkan agama karena berbagai alasan.

Berikut adalah petikan fatwa MUI mengenai hal tersebut:
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia
MEMUTUSKAN
Memfatwakan :

  1. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama.
  2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraasarkan kaidah Sadd az-zari’ah ( ), sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).
  3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah ( ), sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.
  4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah ( ), yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

Dasar hukum pelaksanaan bayi tabung di Indonesia
Dasar hukum pelaksanaan bayi tabung di Indonesia adalah Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992.

  1. Pasal 16 ayat 1 Kehamilan diluar cara alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapatkan keturunan.
  2. Upaya kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan :

1) Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkuta, ditanamkan dalam rahim istri darimana ovum berasal.
2) Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.
3) Pada sarana kesehatan tertentu. Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai norma hukum, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah.
1. Ketentuan mengenai persyaratan penyelenggaraan kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Penjelasan dari Pasal 16 tersebut jika secara medis dapat dibuktikan bahwa pasangan suami istri yang sah benar-benar tidak dapat memperoleh keturunan secara alami, pasangan suami istri tersebut dapat melakukan kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir melalui ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai dengan norma hokum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan.
Apabila dokter melakukan inseminasi buatan dengan donor bukan suami adalah tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara atau denda.
Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah.
Status anak yang dilahirkan tidak dalam ikatan perkawinan adalah anak diluar nikah. Anak diluar nikah hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibu dan keluarga ibu. Sedangkan anak yang lahir dari sewa rahim, terdapat 2 keadaan sebagai berikut :

  1. Ovum dari pemesan, sperma dari pemesan.
  2. Ovum pemesan, sperma suami.

Apabila sperma dari pemesan disebut Surrogate Mother. Setelah anak dilahirkan maka anak adalah anak sah si ibu dan suaminya. Peralihan status anak dengan adopsi.
Jika di nalar dampak positif dari bayi tabung sudah jelas manfaatnya, tetapi adakah dampak negatifnya?

DAMPAK NEGATIF BAYI TABUNG

  1. Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS), merupakan komplikasi dari proses stimulasi perkembangan telur dimana banyak folikel yang dihasilkan sehingga terjadi akumulasi cairan di perut. Cairan bisa sampai ke rongga dada dan yang paling parah harus masuk rumah sakit karena cairan harus dikeluarkan dengan membuat lubang dibagian perut. Kalau tidak dikeluarkan bisa menggangu fungsi tubuh yang lain.OHSS yang parah ini hanya dialami oleh sekitar 1% dari pasien… kata dokter.
  2. Kehamilan kembar, bukan merupakan rahasia lagi kalau proses bayi tabung bisa menghasilkan lebih dari satu bayi.Tetapi resiko melahirkannya lebih tinggi dari kalau hanya satu bayi. Tidak jarang bayinya bisa masuk ICU karena prematur.
  3. Keguguran. Ini memang bisa juga terjadi pada kehamilan normal. Tingkat keguguran kehamilan bayi tabung sekitar 20%.
  4. Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik, kemungkinan terjadi sekitar 5%.
  5. Resiko pendarahan pada saat pengambilan sel telur (Ovum Pick Up), sangat jarang terjadi. Karena prosedurnya menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rahim, resiko pendarahan bisa terjadi yang tentunya membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Tetapi jika proses bayi tabungnya sudah berhasil terhadap si bayi, selama saya mecari di internet belum ada dampak serius mengenai bayi yang dilahirkan melalui bayi tabung.

THE HAPPY PLANET OR UNHAPPY PLANET?

pada pokok pembahasan kali ini, yaitu kami diminta untuk mempelajari materi tentang “The Happy Planet Index 2.0”, jujur saya belum pernah mendengar tentang ini, lalu kemudian setelah saya baca intinya adalah kompas. Kompas? Loh?
Happy Planet Index (HPI) adalah suatu indeks dampak kesejahteraan manusia dan lingkungan yang diperkenalkan oleh New Economics Foundation (NEF) pada Juli 2006. Gampangnya, independen yang memikirkan atau menginspirasi dan menunjukkan ekonomi kesejahteraan.
Tujuannya meningkatkan kualitas hidup dengan mempromosikan solusi, tantangan ekonomi , dan sebagainya.
Di jaman yang serba tidak pasti ini, perlu adanya kompas untuk meletakkan di jalur kemajuan nyata, nah disitulah peran HPI.
Lalu sebenarnya apa yang di bahas? Kesejahteraan atau kebahagiaan ?

ada satu kaliamat yang saya suka sewaktu membaca materi ini, ada di bagian human goals yang bunyinya, “being ‘happy’ is more than just having a smile on your face”. Bagian dari human goals sendiri adalah respecting ecological limits, society as a system, dan sebagainya. Lebih kepada focus pada apa yang kita inginkan.

Sebelum membahas lebih jauh, ada sifat manusia yang cenderung ada di kalangan masyarakat, yaitu apabila kebutuhan kita terpenuhi, maka manusia itu akan sedikit memberikan perbedaan tingkat kesenjangan.

Jika Indonesia di tempatkan sebagai Negara yang “happy” jauh di atas Negara-negara maju, maka menurut saya, kita wajar jika khawatir. Kenapa begitu ?

Tahun 2005 negeri Bhutan menjadi sorotan dunia. Sebuah survey menyatakan bahwa 97 persen rakyat negara tersebut merasa diri mereka berbahagia, dengan 45 persen di antaranya merasa ‘sangat’ berbahagia. Sedangkan berdasarkan Peta Kebahagiaan Dunia yang dilansir pada Juli 2006 oleh Universitas Lenceister (Inggris), kebahagiaan rakyat Bhutan secara global berada pada peringkat 8 tertinggi. Pendapatan perkapita hanya US$ 1.400, namun peringkatnya 9 level lebih tinggi dibandingkan dengan AS yang memiliki pendapatan perkapita US$ 41.800. Hal ini membuat tingkat kepuasan penduduk Bhutan berada dalam kelompok 10 persen tertinggi di dunia berdasarkan Happy Planet Index.

Di sisi lain, sebuah lembaga riset, Barrett Values Centre membuat peta nilai-nilai individu pada beberapa negara. Pada Agustus 2008, penelitian dilakukan di Iceland (Islandia), yang menunjukkan entropi (derajat ketidakteraturan) budaya di Iceland sangat tinggi lebih dari 54%. Ternyata sebulan kemudian Iceland mengalami kebangkrutan ekonomi. Pada Agustus 2007, dilakukan penelitian pada rakyat Latvia, entropi budayanya juga mencapai 54%. Dua bulan kemudian terjadi huru-hara dan pemerintahan Latvia pun jatuh.

Yang dimaksud budaya dalam hal ini bukanlah kesenian, akan tetapi kumpulan karakter sebuah organisasi atau bangsa. Lalu apa yang dimaksud entropi? Dalam ilmu fisika diketahui bahwa jumlah energi yang dihasilkan sebuah mesin adalah sama dengan jumlah energi yang dimasukkan ke dalamnya. Namun jika ada kerusakan komponen mesin, maka sebagian energi akan digunakan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Energi tersebut dinamakan entropi.

Contohnya pada kendaraan, sebuah mobil dengan 1 liter bensin dapat menempuh jarak 10 km. Namun ketika beberapa komponen rusak seperti aus, pengkaratan, atau sumbatan, maka dengan 1 liter bensin itu, mobil tersebut hanya mampu menempuh 5 km. Setengah dari energi yang seharusnya digunakan untuk menempuh 5 km lagi dipakai untuk mengatasi kerusakan sistem. Dengan kata lain entropi mobil itu menjadi 50%.

Jadi sesungguhnya apa?
jadi jika ada pertanyaan “Apakah kehilangan tingkat ke’happy’an merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari dalam proses pencapaian teknologi tinggi? Etos kerja maksimal dan zero corruption?”

ya menurut saya itu setimpal, dengan suatu tujuan yang diinginkan, jadi kensekuensi nya adalah kehilangan tingkat ke “happy”an bangsa kita.

APAKAH DATA DIRI ANDA TERJAGA?

Materi
Pada prinsipnya, hukum privasi memberi hak pada warga negara untuk mengontrol distribusi data tentang dirinya. Di dunia yang telah terlanjur berkembang dengan teknologi informasi dan komunikasi, data diri kita serahkan ke:
1. Pemerintah: data kependudukan, perpajakan, serta kepemilikan kendaraan lahan dan bangunan.
2. Swasta: data diri kita jual untuk mendapatkan layanan discount, free sample, free email, free webspace dan sebagainya.
Permasalahannya bagaimana kita mengontrol distribusi data diri kita tersebut? Bagaimana pemerintah menjaga data diri kita di database mereka? Bagaimana pemerintah mencegah pihak swasta untuk tidak memperjual belikan data diri kita?

Pada minggu ini topiknya privasi, pokok bahasan utamanya data diri. Teks italic di atas saya kutip dari kata-kata dosen saya. Yang pertama ada di pkiran saya “Bukan bisakah kita mengontrol data diri kita, tetapi seberapa penting data diri kita untuk pembajak? Bagian mananya yang bisa di manfaatkan ?”.
Tentang bagaimana pemerintah menjaga data diri kita?

PERLINDUNGAN HUKUM
TERHADAP INFORMASI DAN DATA PRIBADI
Perlindungan Hukum di Indonesia Terhadap Informasi dan Data Pribadi
Konstitusi Indonesia tidak secara eksplisit mengatur mengenai perlindungan data didalam UUD 1945 (sama halnya juga dengan privasi), meskipun UUD 1945 menyatakan dengan tegas adanya perlindungan terhadap hak asasi manusia. Dalam UUD 1945 ketentuan mengenai perlindungan data, secara implisit bisa ditemukan dalam pasal 28F dan 28G (1), mengenai kebebasan untuk menyimpan informasi dan perlindungan atas data dan informasi yang melekat kepadanya.

Pasal 28F UUD RI 1945
“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Pasal 28G Ayat (1) UUD RI 1945
“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi”.

Perlindungan data yang merupakan bagian dari cara untuk melindungi privasi, terkait erat dengan hak asasi manusia yang telah diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999 (UU HAM). Sama halnya dengan UUD 1945, dalam UU HAM pun tidak menyatakan tegas ketentuan mengenai perlindungan data. Di dalam Pasal 12 yang kemudian diikuti dengan Pasal 14, Pasal 19, dan Pasal 21 UU HAM, yang senada dengan Pasal 28F dan Pasal 28G UUD 1945, menyatakan bahwa setiap individu berhak atas perlindungan atas komunikasi dan informasi yang melekat pada mereka dan tidak dapat dipisahkan dari mereka sebagai bagian dari mereka (termasuk seluruh data individu yang merujuk secara langsung maupun tidak langsung, keluarga, terkait harkat dan martabat individu, hak-hak, dan properti). Privasi dan perlindungan data tidak secara eksplisit disebutkan didalamnya.
Didalam ranah hukum pidana, perlindungan data yang melekat kepada seseorang terkait dengan upaya hukum yang dilakukan oleh penyidik atas tindakan pidana. Didalam KUHAP, khususnya pada bagian mengenai Penyitaan dan Pemeriksaan Surat (BAB V Bagian Keempat mengenai Penyitaan pasal 38-46, dan Bagian Kelima pasal 47-49), upaya hukum untuk mendapatkan informasi atau data terkait dengan tindak pidana hanya boleh dilakukan semata-mata apabila telah ada surat izin dari ketua pengadilan negeri. Pada proses penyitaan, pasal 39 KUHAP menyatakan bahwa semua benda yang terkait dengan tindak pidana dapat disita, ini berarti juga termasuk kepada seluruh dokumen, surat, tagihan, dalam bentuk apapun yang mungkin memuat data informasi. Terkait dengan pemeriksaan surat pada KUHAP, seluruh informasi yang terkandung dalam komunikasi yang dilakukan melalui jasa telekomunikasi dapat dibuka oleh penyidik selama telah ada surat izin dari ketua pengadilan negeri. Kemudian, pihak berwajib yang melakukan pemeriksaan surat tersebut harus tetap merahasiakan seluruh informasi yang telah ia buka. Pihak yang berwajib dapat melakukan penyitaan terhadap benda bergerak tanpa didahului dengan surat izin apabila dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak sehingga tidak mungkin mendapatkan surat izin terlebih dahulu, dan kemudian baru melaporkan tindakan tersebut untuk mendapat persetujuan.
• Apa yang dimaksud dengan “Penggunaan” data? Apakah termasuk “Pengumpulan” (collection), “Pemrosesan”, “Penyimpanannya?”,
Setelah saya membaca dari beberapa blog orang, kalau saya menyimpulkan penyalahgunaan data diri masih begitu abstrak, belum ada batasan batasan pasti.

Sahabat itu apa?

Sahabatku dengarkan aku…
Jika esok aku bahagia, ataupun berduka, tetaplah disampingku…
Jka esok aku bersalah,maklumilah aku…
Jika esok aku sakit, maka do’akan lah aku…
Jika esok aku telah tiada,,,ma’afkanlah semua kesalahanku,karena aku tak tau kapan Tuhan akan memanggilku…
Sebelum semuanya terjadi, aku mau kamu tau bahwa “aku mengasihimu” karena kamu hidupku lebih berharga….
SAHABAT
Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.
Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburkannya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa
memperolehinya kembali?
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan Nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang Nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.

Meaning Soul

Dan pada hari yang memberatkanmu adalah hari terakhir bagi aku yang tak berdaya dihadapan sang kaisar malam…
Dan pada hari berikutnya… aku hanya diam saat aku menyaksikan ia membakar cahaya dalam lentera agung….
Jangan pernah sekalipun kau tanyakan hal yang sama padaku,, karena tanpa kau sadari aku telah berdiri tegak dihadapanmu…jangan pernah kau memalingkan mukamu yang indah itu,,,
Kau tertunduk dalam damai setelah mendengar kataku yang terakhir itu…dan dalam jiwa lemahmu asa tlah menunggu lama dalam kesabaran alam maya…
Mega datang…mega datang….ia datang dalam cahayamu yang kurasa sangat dekat dengan keberadaanmu…aku dapat mendengar jerit hatimu walau kau tak bicara..aku dapat membaca asamu walau kau tak berduka..karena aku..adalah bagian dalam dirimu yang kau buang saat kau beranjak dewasa…meninggalkan aku yang sendiri ini…

Yang aku rasa sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan…aku megeram,merangkak demi mencari arti diriku di hadapanmu…hanya mega yang tau awal dari kekecewaanku kala itu…dan kebahagiaanku saat itu…hanyalah kamu…

Aku datang kesini untuk menengok ke dalam kehidupanmu,dan dalam jiwa lemahku ada kekuatan baru dan kekuatan itu adalah kemampuan untuk mengorbankan hal besar…
Ini adalah pengorbanan kebahagiaan sehingga kau tetap berharga. Dan dengan rantai di kakiku akan kusambungkan sayap patahmu…

Melihat terpancarnya segores senyum di pancaran ilhammu, telah dapat dan seraya membuatku bahagia…
Kau begitu suci di mataku, aku akan selalu menjadi malaikat yang senantiasa mendo’akanmu…
Menjaga setiap derap langkah yang kau ambil walau kau tak mampu…
Pernah suatu ketika kumelihat seorang pesakitan satu detik sebelu kematiannya mengatakan satu hal yang agung “mencintai bukan berarti membahagiakan diri sendiri, tetapi mencintai adalah menghargai kearifan hati nurani”

Kau akan tetap menjadi bingkai terang yang ada selama rona menjaga kehidupanku…

-ane cm skdar cingkimin-

D O A

Tuhanku….

Bicaralah padaku bila aku kesepian….

Bisikanlah dukungan-Mu bila aku dirundung kecemasan…

Dengarkanlah suaraku bila aku jatuh…

Sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan…

Tempat bernaung diwaktu panas…

Tempat berteduh dikala hujan…

Tongkat penuntun dalam kelelahan…

Dan penolong dalam bahaya…

Semoga aku berhasil mencapai tujuanku…

Sekarang dan juga nanti pada akhir hidupku…

KEAMANAN KOMPUTER ATAU ETIKA YANG DI LANGGAR?

KEAMANAN KOMPUTER ATAU ETIKA YANG DI LANGGAR?

Pada minggu ke empat ini, dosen saya kembali memberi topic tentang keamanan computer dalam jaringan , dengan komponen data, aman, masalah, penguasaan data, tanggung jawab, dan pencegahan. Lalu pertanyaan beliau?
“Bila komputer yang saudara gunakan untuk akses jaringan suatu saat kemasukan virus/worm yang kemudian, tanpa sepengetahuan saudara, melakukan aktivitas merusak komputer orang lain di jaringan kampus. Dapatkah saudara dipersalahkan atas kerusakan itu?”
Lalu jawaban teman saya di post yang pertama “Dalam kasus kerusakan tersebut, yang patut dipersalahkan dan diminta-i pertanggungjawaban adalah si pembuat virus/worm karena secara sengaja atau tidak disengaja dia telah mengembangkan virus yang dapat menyebar melalui suatu jaringan dan membahayakan komputer seseorang. Namun tidak hanya si pembuat virus, kita pun juga bisa disalahkan atas kerusakan tersebut apabila komputer kita tidak dipasang suatu antivirus. Kenapa? karena jika tidak terpasang antivirus pada komputer kita maka hal itu dapat dijadikan tuduhan bahwa kita lalai melindungi komputer kita sehingga menyebabkan orang lain menjadi korban kelalaian kita, atau dapat dijadikan tuduhan bahwa kita sengaja (ingin) merusak komputer orang lain. Kurang lebih seperti itu menurut saya, pak..” [dikutip dari post Petrus Hartanto]
Dan saya menanggapi “menurut pendapat saya, saya setuju dengan mas petrus, yang harus dimintai pertanggung jawaban ya si pembuat virus, jelas dengan mmbuat virus dia memang berniat untuk merusak komputer orng lain,

kalau komputer saya terkena virus secara tidak sengaja dari orang lain, dan di luar pengawasan saya ternyata virus itu menyebar di jaringan kampus misalnya, mnurut saya itu bukan murni kesalahan si yang terkena virus, dan menurut saya sekarang rata2 orang menggunakan antivirus/antimalware untuk melindungi komputernya.sangat merepotkan apabila kita harus sering2 menginstal ulang komputer karena virus,

seperti yang di terangkan minggu lalu, ini termasuk masalah yang di kategorikan tidak di sengaja yang disebabkan karena kecerobohan kita dalam arti tidak menggunakan antivirus, sehingga si virus/worm dapat melakukan aktivitas merusak komputer orang lain
Bagaimana pendapat anda?

PROFESIONAL?

PROFESIONAL ?

Pada minggu ketiga dosen saya memberi topic, begini pertanyaan beliau “Vendor produk ICT sering memberikan layanan tambahan berupa pelatihan berijasah untuk penggunaan produk yang dikeluarkannya seperti CCNA (dari Cisco), Microsoft Professional Certification, Oracle Certification, RedHat Certified Engineer, dll. Dapatkah pelatihan-pelatihan itu dikatakan sebagai pelatihan sertifikasi profesi?”
Duch saya mau tidak mau mencari info yang banyak tentang sertifikasi profesi, mari kita belajar etika profesi dan bisnis 
JAWABKU : menurut saya, layanan tambahan seperti sertifikasi CISCO Berorientasi produk, sehingga layanan tambahan berupa pelatihan tidak dapat dikatakan pelatihan sertifikasi profesi,

Sertifikasi CISCO sendiri misalnya, ditujukan bagi pekerja teknologi informasi yang ingin meningkatkan profesionalisme di bidang jaringan komputer.

Profesional yang ingin mengambil sertifikasi CISCO ini harus mengetahui seluk beluk CISCO networking solutions serta cara-cara memaksimalkan network performance dengan mengkonfigurasi, troubleshoot, dan maintenance CISCO Routers.Lebih lanjut, mereka harus mampu menggunakan perangkat lunak CISCO untuk mengidentifikasi addresses, protocols,dan connectivity status dalam jaringan.

Sedangkan sertifikasi yang berorientasi profesi sendiri menurut saya yaitu sertifikasi yang tidak tergantung pada produk tertentu, di mana seorang profesi IT diuji kompetensinya sebagai seorang ahli dibidang IT dan diakui di banyak negara.

contohnya Institute for Certification of Computing Professionals (ICCP) merupakan sebuah Badan Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi di Amerika Serikat yang melakukan pengujian terhadap 19 bidang minat bagi mereka yang menginginkan sertifikasi berorientasi pekerjaan. 19 bidang minat tersebut antara lain adalah BussinessInformation Systems, Communications,Data Resources Management,OfficeInformation System, Software Engineering, System Development,etc.

PIRACY, MORALITY, AND ETHICS

Topiknya minggu ini yaitu tentang pemanfaatan internet untuk berbagi content digital yang NYATANYA bajakan.

Oke, mari kita bahas ini dari sudut pandang yang lain, saya yakin sudah banyak bloger yang lain yang membahas tentang :
1. Tingkat pembajakan software di Indonesia meningkat dan nilainya mencapai rekor 1,32 miliar dolar,
2. Laporan survey dari Business Software Alliance (BSA) tentang prilaku pengguna dan sikap terhadap pembajakan perangkat lunak Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) dalam blog resminya BSA TechPost,
3. Dan pasti banyak yang sudah menjelaskan apa itu software trialware/shareware maupun freeware
Jadi sekiranya saya tidak wajib lagi memberi prolog tentang betapa mirisnya pembajakan di dunia maya. Nah , lalu apa yang akan saya angkat? Mari kita ketahui dulu dasar yang kuat tentang pembajakan.
Pemerintah melindungi software dengan mengeluarkan undang-undang dalam bentuk UUHC (Undang-undang Hak Cipta) diantaranya :
a. UUHC No.19 Tahun 2002 yang merupakan penyempurnaan dari UUHC No.6 Tahun 1982 yang sekarang lebih dikenal dengan UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
b. UUHC No.7 Tahun 1987
c. UUHC No.12 Tahun 1997


Berdasar undang-undang No.19 2002 Tentang Hak Cipta pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa : Hak cipta adalah eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaan atau memberi izin untuk mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam pasal 24 UUHC juga telah diatur mengenai hak moral. Lalu bagaimana sangsi bagi yang melanggar hak cipta? Ada pasal 72 tentang sangsi pelanggaran UUHC No.19 Tahun 2002.
Dasarnya jelas dan ada, lalu dimana masalahnya. Masalahnya ada di moral kita. Ada juga yang mengatakan bahwa salah satu penyebab pembajakan di Indonesia adalah tingkat ekonomi masyarakat rendah.

Tapi ternyata itu belum tentu benar, secara tidak sengaja saya mendapatkan jawabannya sendiri, dari 5 orang sudara yang bisa dikatakan berekonomi di atas rata-rata, saya mendapati bahwa hanya 1 dari 5 yang menggunakan software legal, itupun tidak semua software di computer pribadi legal.
Nah, ada lagi yang menawarkan solusi dengan pengurangan harga software menjadi lebih murah,
Berdasarkan data tahunan yang dilansir IDC Indonesia berada di urutan ke 11 dari 31 negara dengan tingkat pembajakan sebesar 87 persen pada 2010, sedangkan nilai komersial dari software bajakannya sebesar $1,322 miliar.
Nilai komersial software tanpa lisensi yang diinstalasi pada komputer pribadi di Indonesia mencapai 7 kali lebih besar dari nilai kerugian pada 2003 yaitu $ 157 juta. Sementara pada 2009 nilai kerugian mencapai $ 886 Juta. Data itu merupakan temuan sebagian dari hasil studi pembajakan software Global 2010 yang dilakukan oleh BSA yang mengevaluasi status pembajakan software global.
Dan menurut data terbaru, “Diperkirakan ratusan juta oknum pembajak telah membuat kerugian sebesar US$59 miliar atau sekitar Rp504 triliun dari seluruh perangkat lunak yang dibajak tahun lalu,” kata Robert Holleyman, Presiden dan CEO BSA, 7 September 2011.
Penurunan harga software tidak menjamin pembajakan itu lenyap, lalu ada di mana permasalahnnya? Yaitu ada pada MORAL kita. Solusi yang saya tawarkan adalah Perbaikan moral dan penegakkan hukum. Dan tentunya ETIKA juga berperan penting disini.

Moralitas Vs Kebutuhan

Moralitas Vs Kebutuhan

Pada Minggu ini topiknya adalah Imam seorang tukang sampah dari Indonesia dan Wilbur yang berprofesi serupa dari London. Ketika seorang tukang sampah dari London terkaget-kaget dengan pekerjaan Imam yang juga seprofesi namun berbeda 180 derajat. Di London Wilbur yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan otomatis seperti mobil pengangkut sampah yang ber-AC, sedangkan “car” yang disebut Wilbur ternyata adalah gerobak kusam bagi Imam.

Bagian yang diangkat disini bukan tentang kapan Indonesia bisa seperti atau mendekati London untuk urusan sampahnya. Karena memang kita berasal dari latar belakang yang berbeda. Etnis dan kebiasaan yang berbeda pula. Kebiasaan kita membuang sampah sembarangan, dan maunya yang praktis-praktis saja. Alhasil sungai dan gorong-gorong menjadi penuh dengan sampah. Mari kita lupakan sejenak soal mengatasi permasalahan sampah di ibukota. Karena Pak Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta) masih berhutang janji mengatasi banjir di Jakarta.

Lalu bagian mana yang membahas tentang moralitas vs kebutuhan? Oke. Sebelum kita membahas tentang dimana hubungan judul dengan pembahasan. Mari kita lihat gambar dibawah ini.

Menurut anda apa yang terlihat sama dari kedua orang diatas? Kanan (Wilbur), kiri (Imam)

Jawabannya adalah keduanya sama-sama bahagia. Tingkat moralitas dan kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung dari pribadi orang-orang tersebut. Tukang sampah yang terjepit oleh KEBUTUHAN hidup akan lebih bijak dalam mengatasi masalahnya jika memiliki MORAL yang baik.
Yang kita cari di dunia dan akhirat adalah kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan seseorang dengan yang lain berbeda. Sesuatu yang membuat anda bahagia, dengan sesuatu yang membuat saya bahagia belum tentu sama. Lalu apa yang membuat itu berbeda? Yaitu moral kita.
Baik , mari kita perbaiki moral kita. Dimulai dengan memiliki akhlak yang baik

-Jangan pernah mengeluh atas apa-apa yang diberikan Allah kepadamu, kabarkan kepada Nya bahwa engkau ikhlas dan bersyukur atas segala keputusan Nya- (Gusgub)

←Older